Entries from October 2008 ↓

Kue Indonesia dari Zaman ke Zaman

Keterangan gambar :
1. Roti Bagelen
2. Kue Bohong
3 dan 4. Kue Semprit
5. Kaastengel

Istilah gula kelapa sudah ada pada zaman Majapahit di abad ke 13. Warna gula yang merah dan kelapa yang putih menjelma dalam bendera Indonesia, sang Merah (gula) dan Putih (kelapa). Kemungkinan rasa manis sudah dipakai gula yang dibuat dari kelapa atau dari pohon aren yang saat itu sudah banyak tumbuh. Pada abad ke 14 ada penggunaan rasa manis dari tebu yang dibudidayakan oleh Belanda.

Dari penganan manis yang disebut kue atau kue-kue (bahasa Jawa : kuwih). Kue zaman itu terbuat dari bahan beras, ketan, singkong, ubi, sagu dan bahan lain yang semua bahannya berasal dari Indonesia.

Karena pengaruh dari luar ada perubahan cukup berarti dalam perkuehan Indonesia seperti ada kue kering, (cookies (Ing); gebak, koekjes (Belanda); kue basah (jajan pasar) dan kue-kue tar (pastry (Ing).

Tapi ada beberapa kue yang berubah cita rasa dan bentuk sampai sekarang tapi masih mirip dengan yang asli.

Misalnya nokpia (nok = sapi. bahasa Kanton Cina) dan pia = kue (bahasa Kanton Cina). Nokpia merupakan kue khas pantai selatan Jawa Tengah sekitar Purwokerto. Nokpia sering disebut kue bohong (Sumber : Ibu Lili Soeryadjaja). Sebenarnya Nokpia harus berisi daging sapi, sekarang berisikan gula (aren, kelapa).

Sedangkan roti bagelen, kue khas dari selatan Jawa. Saat zaman Belanda, nyonya-nyonya bermukim di Bagelen dan sekitarnya memanfaatkan banyaknya gula untuk menjadi olesan roti-roti bulat yang mereka beri nama warmbol (bulatan yang hangat). Sisa warmbol dipanggang kembali hingga renyah. Roti ini banyak yang menyukai, jadi kue ini tidak lagi dibuat dari sisa roti sisa tapi sengaja dibuat. Nama roti Bagelen diambil dari daerah tersebut.

Semprit diambil dari kata Semprot dengan alasan kue aslinya dibuat dari peranti khusus semprotan kue kering (koek-sprits atau koekspuit).

Kue-kue tersebut bukan kue “gengsi” tapi sering dihadirkan saat hari besar seperti Natal.

Ada juga kue kering yang asin atau gurih, asalnya dari Belanda seperti kaastengels, kaasstokjes yang terbuat dari kaas keju dan bentuknya sebagai stengel (batang) atau stok (tongkat). Sekarang bentuknya sudah bervariasi.

Masih banyak kue-kue Indonesia yang rasanya masih ada tapi bentuk sudah banyak mengalami perubahan. Ibu-ibu Indonesia dari zaman dahulu sudah kreatif, contoh spekoek (kue lapis legit), roti gambang yang mengambil adonan ontbijtkoek dan dimodifikasi menjadi kue agak lonjong. Lama sebelum black forestcake merajalela, mereka sudah meramalkan perkuean di Indonesia.

Havermuti

kolomben

Kolomben

bagelen

Bagelen

Sumber dan Foto : Selera, Desember 1993

Puding Lapis Crepe

Bahan Crepe :
100 gram tepung terigu
2 butir telur, dikocok lepas
200 ml susu cair
1 sendok makan margarin, dilelehkan

Bahan Puding :
3 bungkus puding PESTAA RASA COKELAT
1.500 ml air

Cara Membuat :

  1. Aduk bahan crepe lalu buat adonan 3 lembar crepe persegi. Potong pinggirnya agar rata dan sesuaikan ukurannya dengan pinggan Anda. Ukuran crepe sebaiknya lebih kecil daripada ukuran pinggan.
  2. Rebus air hingga mendidih, tuang puding PESTAA. Aduk hingga mengental.
    Tuang sepertiganya ke dasar adonan. Setelah dingin, tata 1 1/2 lembar crepe. Tuang lagi sepertiga adonan lalu tutup crepe dan terakhir tutup dengan puding PESTAA.
  3. Setelah beku, potong-potong lalu sajikan dingin.

Untuk 10 porsi

Tip :
Ketebalan crepe dapat diatur sesuai selera. Menuang bahan puding harus berhati-hati agar crepe tidak naik.

Sumber dan Foto : Khusus Pemula, 5/II/02

Komentar dari saya :
Enak, tapi mahal :(

Schumpyes Berhias Ceri

Bahan :
3 putih telur
1/8 sdt cream of tartar
200 g gula halus
½ sdt esens vanila
40 g manisan ceri merah, potong kecil-kecil
35 g manisan ceri hijau, potong kecil-kecil

Cara Membuat :

  1. Kocok putih telur dan cream of tartar dengan menggunakan mixer berkecepatan tinggi sampai kaku
  2. Masukkan gula sedikit demi sedikit sambil terus dikocok sampai gula larut dan tercampur rata.
  3. Tambahkan esens vanila, kocok terus sampai kaku dengan puncak-puncak yang mengkilap.
  4. Sediakan kantung plastik khusus berbentuk segitiga. Pasang corong berbentuk bintang pada ujungnya. Sediakan loyang datar dan beri alas kertas roti. Masukkan adonan ke dalam plastik dan semprotkan berupa lingkaran kecil di atas loyang. Beri jarak diantaranya.
  5. Taburi atasnya dengan potongan manisan ceri.
  6. Panaskan oven dan panggang kue dalam oven bersuhu 120oC selama satu jam, atau sampai kue kering dan renyah. Angkat dan biarkan dingin. Masukkan ke dalam stoples dan tutup rapat.

Untuk 150 g

  • Kocokan putih telur akan segera ‘turun’ lagi bila harus menunggu giliran dipanggang. Jika hanya mempunyai satu buah oven, putih telur sebaiknya dikocok dengan cara ditim (di dalam panci berisi air di atas api kecil). Dengan demikian, putih telur menjadi lebih kaku/padat dan tidak cepat cair.

Sumber : Ayahbunda, No. 02. 22 Januari - 4 Februari 2000

Lidah Kucing Keju

Bahan :
250 g mentega
125 g gula pasir halus
200 g putih telur, kocok kaku
100 g keju edam, parut
75 g keju cheddar, parut, untuk taburan

Ayak :
250 g tepung terigu
1 sdt baking powder
½ sdt soda kue

Cara Membuat :

  1. Kocok mentega dan gula sampai rata (kurang lebih selama tiga menit dengan kecepatan nomor 3).
  2. Masukkan putih telur kocok dan campuran terigu bergantian sedikit demi sedikit sambil diaduk rata dengan sendok kayu.
  3. Masukkan parutan keju edam sedikit demi sedikit ke dalam adonan kue sambil diaduk rata.
  4. Sediakan loyang datar atau loyang khusus lidah kucin, olesi margarin. Tuang adonan kue ke dalam kantong semprotan kue. Gunting ujungnya selebar ¾ cm. Semprotkan kue sepanjang 4 cm di atas loyang. Beri jarak di antaranya.
  5. Taburi bagian atasnya dengan keju cheddar parut.
  6. Panaskan oven dan panggang kue dalam oven panas bersuhu 160oCelcius selama 30 menit, atau sampai kue kering dan matang.
  7. Angkat dan biarkan dingin. Simpan kue dalam stoples.

Untuk 600 g

  • Keju Cheddar ialah salah satu jenis keju tua Inggris yang terkenal. Dibuat dari susu sapi, berwarna kuning muda dan agak keras. Dijual dalam bentuk potongan. Dapat dibeli di pasar swalayan.
  • Keju Edam, disebut juga keju tua, adalah keju padat berwarna kuning yang banyak dijual berbentuk seperti bola berkulit merah.

Sumber : Ayahbunda, No. 02. 22 Januari - 4 Februari 2000