Entries Tagged 'Jakarta' ↓

Nasi Ulam Betawi

Original Cooking from Betawi, DKI Jakarta, Indonesia 

Bahan :
400 gram nasi putih
150 gram kelapa muda, diparut kasar
3 sendok makan minyak goreng

Bumbu halus :
4 siung bawang putih
3 buah cabai rawit
50 gram ebi, direndam sebentar
1 sendok makan ketumbar
1/2 sendok teh merica
1 1/2 sendok teh garam

Pelengkap :
telur dadar, diris tipis
ketimun, dipotong-potong
daun kemangi
bawang goreng

  1. Cara membuat :
    Sangrai kelapa hingga kering dan kecokelatan, angkat lalu haluskan.
    Tumis bumbu halus sampai harum. Masukkan kelapa sangrai dan nasi, aduk hingga bumbu terserap.
    Angkat lalu hidangkan dengan pelengkap.

Untuk 3 porsi

Source : Sedap Sekejap, 6/III/2002

Kerrie Soep

Creation from Betawi, DKI Jakarta, Indonesia

Bahan :
4 bawang merah, 40 g
4 siung bawang putih, 20 g
3 cabai merah, 30 g
sekerat kunyit, 5 g
sekerat jahe, 10 g
sekerat lengkuas, 10 g
1 sdt terasi goreng, 3 g
1 sdt bubuk ketumbar, 5 g
1 sdt bubuk jintan, 2 g
2 sdm minyak goreng, 20 ml, untuk menumis
1500 ml kaldu ayam
200 g daging giling ayam
2 sdt garam, 8 g (secukupnya)

Pelengkap :
25 g soun, direndam air panas, tiriskan
3 telur ayam, direbus, setiap telur dipotong 4
200 g udang sedang besar, direbus
4 sdm bawang goreng
6 kerat roti tawar, 300 g, dipanggang

Membuatnya :

  1. Bersihkan dan cuci bahan-bahan yang memerlukan perlakuan demikian
  2. Bawang merah dipotong-potong halus. Haluskan bawang putih, cabai merah, kunyit, jahe, lengkuas, terasi, bubuk ketumbar, dan jintan. Tumislah bawang merah dan bumbu yang telah dihaluskan hingga harum. Tuangkan kaldu ayam, didihkan.
  3. Ambillah setiap kali 1/2 sdt daging giling ayam dan bentuk bulat, masukkan ke dalam kaldu berbumbu. Bumbui dengan garam. Teruskan memasak hingga matang.
  4. Hidangkan kerrie soep dengan soun, telur ayam, udang rebus, taburi dengan bawang goreng, dan roti panggang.

Catatan :
6 porsi. Lama pembuatan kurang lebih 30 menit.

Source : Selera, June 1994

Kwee Kepala Koja

Kreasi nenek moyang Betawi (Jakarta), Indonesia

Kampuang Koja banyak didiami orang Timur Tengah

Bahan :
250 g tepung terigu, diayak
5 g bubuk kayumanis
1 sdt bubuk pala, 3 g
1/2 sdt bubuk cengkih
1 sdt bubuk vanili
3 kapulaga, disangrai dan haluskan
100 g sukade hijau
50 g kismis
50 g tangkwe, dipotong halus
50 g kenari, dicacah halus
sejumput garam
100 g gula pasir
7 telur ayam 350 g
100 g mentega, dicairkan
1 sdm margarin atau mentega, 20 g, untuk mengoles
1 sdm tepung terigu, 10 g, untuk taburan
50 g bubuk gula
2 sdm air, 20 ml

Membuatnya :

  1. Bersihkan dan cuci bahan-bahan yang memerlukan perlakuan demikian.
  2. Campurkan tepung terigu dengan bubuk kayumanis, pala, cengkih, vanili, kapulaga, sukade hijau, kismis, tangkwe, kenari, dan sejumput garam hingga rata.
  3. Gula dan telur ayam dikocok hingga memutih. Tuangkan ke dalam capuran tepung terigu, tuangkan mentega cair dan aduk hingga rata.
  4. Ambillah cetakan lubang di tengah, olesi dengan margarin atau mentega, taburi dengan tepung terigu. Tuangkan jeladren tahap 3 dan panggang hingga matang dan berwarna kecokletan.
  5. Campurkan bubuk gula dengan air dan oleskan di atas permukaan kue.

Cukup 18 porsi.

Sumber : Selera, Juni 1994

Kiemblo Ayam

Kreasi nenek moyang orang Betawi, DKI Jakarta, Indonesia

Bahan-bahan :
250 g daging dada ayam
250 g daging sapi lekas lunak
250 g udang sedang besar
3 bawang merah, 30 g
3 siung bawang putih, 15 g
sekerat jahe, 15 g
3 sdm minyak goreng, 30 ml, untuk menumis
1500 ml kaldu ayam
2 sdt garam, 8 g (secukupnya)
1 sdm tauco, 10 ml
3 sdm kecap manis, 30 ml
25 g jamur kuping, direndam air panas, tiriskan
25 g sedap malam, direndam air panas, ditiriskan
25 g soun, direndam air panas, ditiriskan
250 g kol, dipotong kasar
100 g tauge
150 g kacang polong
4 sdm perai cacah
4 sdm seledri cacah

Membuat :

  1. Bersihkan bahan-bahan yang perlu dicuci.
  2. Daging agam dan daging sapi dipotong-potong tipis. Setiap udang dibuang kepala, dan kulit, ekor dibiarkan utuh.
  3. Haluskan bawang merah, bawang putih dan jahe. Tumis hingga harum. Masukkan daging ayam, daging sapi, dan udang, teruskan menumis hingga berubah warna. Tuangkan kaldu ayam, didihkan.
  4. Bumbui dengan garam, tauco, kecap manis. Tambahkan jamur kuping, sedap malam, soun, kol, tauge, dan kacang polong. Teruskan memasak sejenak. Angkat dan hidangkan dengan taburan perai dan seledri.

Cukup 6 porsi.

Sumber : Selera, Juni 1994

Fransche Soep

Kreasi Nenek Moyang Orang Betawi, Indonesia

Sop Perancis ala Belanda

Bahan :
500 g iga sapi
1 ltr air, untuk merebus
2 wortel, 250 g
150 g buncis
3 kentang, 350 g
1 lobak, 200 g
250 g kol
1 bawang bombai, 100 g
3 siung bawang putih, 15 g, dimemarkan
sebatang perai, 25 cm, dibiarkan utuh
2 batang seledri, dibiarkan utuh
2 sdt garam, 8 g (secukupnya)
3 bunga pala
1 sdt bubuk merica, 3 g (secukupnya)

Membuatnya :

  1. Bersihkan bahan-bahan yang perlu dibersihkan
  2. Iga sapi direbus hingga matang
  3. Wortel, buncis, kentang, lobak, kol, dan bawang bombai dipotong-potong kasar. Masukkan ke dalam rebusan iga, tambahkan bawang putih, perai, seledri.
  4. Bumbui dengan garam, bunga pala, dan bubuk merica. Teruskan memasak hingga matang tetapi tidak terlalu lunak.

Untuk 6 porsi

Sumber : Selera Magazine, June 1994

Ikan Peda Jakarta

Original Cooking from DKI Jakarta, Indonesia

Bahan :
3 ikan peda, 300 g
150 ml minyak goreng, untuk menggoreng
3 bawang merah, 30 g
2 siung bawang putih, 10 g
2 cabai merah, 20 g
2 jagung yang muda, 400 g, disisir
10 biji petai, 50 g, dipotong dua
3 pucuk daun kemangi
sejumput garam

Membuatnya :

  1. Bersihkan dan cuci bahan-bahan yang diperlukan
  2. Ikan peda digoreng hingga matang dan berwarna kecokelatan. Angkat dan tiriskan.
  3. Bawang merah, bawang putih, dan cabai merah dipotong-potong halus. Tumis dengan 2 sdm minyak goreng sisa menggoreng ikan peda hingga harum. Masukkan jagung muda, petai, dan kemangi, teruskan menumis sejenak.
  4. Bumbui dengan garam dan masukkan peda goreng, biarkan sejenak dan angkat. Hidangkan dengan nasi hangat.

Untuk 4 porsi.

Sumber : Selera Magazine, June 1994

Talam Udang

Original Cooking (Snack) from DKI Jakarta, Indonesia

Bahan :
1 liter santan sedang
1 sdt garam, 4 g (secukupnya)
1 bubuk merica, 3 g (secukupnya)
1 sdt bubuk jintan, 2 g
sekerat kencur, 5 g, dihaluskan
1 kg tepung sagu
250 g tepung beras dalam kemasan (dibeli siap)

Lapisan atas :
600 ml santan kanil
200 g tepung sagu
100 g tepung beras dalam kemasan (dibeli siap)
sejumput garam
100 g ebi, disangrai, haluskan, untuk taburan
3 sdm seledri cacah, untuk taburan

Membuatnya :

  1. Bersihkan dan cuci bahan-bahan yang perlu diperlakukan demikian.
  2. Campurkan santan dengan garam, bubuk merica, jintan, dan kencur. Dididihkan kurang lebih 10 menit sambil terus diaduk agar santan tidak pecah. Angkat dan saring.
  3. Campurkan tepung sagu dengan tepung beras, tuangkan santan berbumbu sedikit demi sedikit sambil terus diuleni hingga rata. Tuangkan ke dalam cetakan serasi besar yang telah diolesi dengan minyak goreng. Kukus hingga matang.
  4. Campurkan santan kanil dengan tepung sagu, tepung beras, dan sejumput garam. Aduk hingga tercampur rata. Tuangkan di atas tahap tiga. Teruskan mengukus hingga matang. Angkat.
  5. Taburi permukaan kue talam dengan ebi dan seledri cacah.

Untuk 30 porsi
Lama pembuatan 2 - 3 jam

Sumber : Juni 1994

Bandeng Cilincing

Original Cooking from DKI Jakarta, Indonesia 

Bahan :
2 bandeng segar, 800 g
3 bawang merah, 30 g
2 siung bawang putih, 10 g
2 sdt garam, 8 g (secukupnya)
1 sdt bubuk ketumbar, 5 g
1/2 sdt bubuk jintan
1 sdt bubuk merica, 3 g (secukupnya)
1 sdm nanas parut, 10 g
3 sdm kecap manis, 30 ml
1 sdm margarin atau mentega, 20 g

Saus :
2 cabai merah, 20 g
1/2 sdt garam (secukupnya)
100 g kacang tanah goreng
1 sdt perahan jeruk limau
150 g acar mentimun

Cara Membuatnya :

  1. Bersihkan bahan-bahan yang perlu dibersihkan.
  2. Ikan bandeng dibuang sisik, isi perut dan insang, biarkan utuh.
  3. Haluskan bawang merah, bawang putih, garam, bubuk ketumbar, jintan, merica. Campurkan dengan nanas parut, kecap manis dan margarin atau mentega. Lumurkan pada ikan, biarkan hingga bumbu meresap. Panggang hingga matang dan berwarna kecoklatan.
  4. Buatlah saus : haluskan cabai merah dengan garam, dan kacang tanah. Campurkan perahan jeruk limau. Hidangkan dengan bandeng panggang dan acara ketimun. Hiasi sesuka.

Catan : untuk 4 porsi.

Sumber : Selera, Juni 1994

Semur Terung Betawi

Original Cooking from DKI Jakarta, Indonesia

Fried eggplant with creamy soy sauce Jakarta style

Ingredients :
4 eggplants, 500 g
200 ml cooking oil, for frying
3 shallots, 30 g
2 cloves garlic, 10 g
3 red chillies, 30 g
3 candlenuts, 15 g
1 tsp fried trassi, 5 g
1 tsp salt, 4 g (or to taste)
2 Tbs sweet soy sauce, 20 ml

Method :

  1. Cut each eggplant lengthwise. Fry until tender and brownish. Drain.
  2. Make shallots, garlic, red chillies, candlenuts, trassi, and salt into a paste. Stir fry with 3 Tbs rest of oil until aromatic. Add sweet soy sauce. Continue stir frying for 5 minutes more. Take from flame and when serving pour sauce over fried eggplant.

Note : 4 servings

Source : Selera, Juni 1994

Bawal Bakar

Original Cooking from DKI Jakarta, Indonesia

Grilled pomfret with a spicy sambal

Ingredients :
2 pomfrets, 700 g
2 Tbs lime juice, 20 ml
2 tsp salt, 8 g (or to taste)
charcoal, for grilling

Sambal :
3 Tbs cooking oil, 30 ml, for frying
5 red chillies, 50 g
1 tsp fried trassi, 5 g
1/2 tsp salt (or to taste)
1 tsp limau lime juice
6 Tbs sweet soy sauce, 60 ml

Side dish :
100 g cucumber, cut into serving pieces
100 g cabbage, cut into serving pieces
5 kemangi leaves
2 red tomatoes, 200 g, cut into serving pieces
150 g petai beans, fried with skin (optional)

Method :

  1. Clean and scale fish, discard gills and intestines. Coat with lime juice and salt. Let stand for 15 minutes to marinate. Grill over charcoal until done and brownish. Set aside.
  2. To make sambal : Stir fry red chillies until aromatic. Take from flame and drain. Make red chillies, trassi, and salt into a paste. Add limau lime juice
  3. Serve grilled pomfret with sambal, sweet soy sauce, and side dish

Note :
4 servings
Petai bean = sa-taw bean (parkia speciosa)

Source : Selera Magazine, Juni 1994