Entries Tagged 'Snack' ↓

Kue Indonesia dari Zaman ke Zaman

Keterangan gambar :
1. Roti Bagelen
2. Kue Bohong
3 dan 4. Kue Semprit
5. Kaastengel

Istilah gula kelapa sudah ada pada zaman Majapahit di abad ke 13. Warna gula yang merah dan kelapa yang putih menjelma dalam bendera Indonesia, sang Merah (gula) dan Putih (kelapa). Kemungkinan rasa manis sudah dipakai gula yang dibuat dari kelapa atau dari pohon aren yang saat itu sudah banyak tumbuh. Pada abad ke 14 ada penggunaan rasa manis dari tebu yang dibudidayakan oleh Belanda.

Dari penganan manis yang disebut kue atau kue-kue (bahasa Jawa : kuwih). Kue zaman itu terbuat dari bahan beras, ketan, singkong, ubi, sagu dan bahan lain yang semua bahannya berasal dari Indonesia.

Karena pengaruh dari luar ada perubahan cukup berarti dalam perkuehan Indonesia seperti ada kue kering, (cookies (Ing); gebak, koekjes (Belanda); kue basah (jajan pasar) dan kue-kue tar (pastry (Ing).

Tapi ada beberapa kue yang berubah cita rasa dan bentuk sampai sekarang tapi masih mirip dengan yang asli.

Misalnya nokpia (nok = sapi. bahasa Kanton Cina) dan pia = kue (bahasa Kanton Cina). Nokpia merupakan kue khas pantai selatan Jawa Tengah sekitar Purwokerto. Nokpia sering disebut kue bohong (Sumber : Ibu Lili Soeryadjaja). Sebenarnya Nokpia harus berisi daging sapi, sekarang berisikan gula (aren, kelapa).

Sedangkan roti bagelen, kue khas dari selatan Jawa. Saat zaman Belanda, nyonya-nyonya bermukim di Bagelen dan sekitarnya memanfaatkan banyaknya gula untuk menjadi olesan roti-roti bulat yang mereka beri nama warmbol (bulatan yang hangat). Sisa warmbol dipanggang kembali hingga renyah. Roti ini banyak yang menyukai, jadi kue ini tidak lagi dibuat dari sisa roti sisa tapi sengaja dibuat. Nama roti Bagelen diambil dari daerah tersebut.

Semprit diambil dari kata Semprot dengan alasan kue aslinya dibuat dari peranti khusus semprotan kue kering (koek-sprits atau koekspuit).

Kue-kue tersebut bukan kue “gengsi” tapi sering dihadirkan saat hari besar seperti Natal.

Ada juga kue kering yang asin atau gurih, asalnya dari Belanda seperti kaastengels, kaasstokjes yang terbuat dari kaas keju dan bentuknya sebagai stengel (batang) atau stok (tongkat). Sekarang bentuknya sudah bervariasi.

Masih banyak kue-kue Indonesia yang rasanya masih ada tapi bentuk sudah banyak mengalami perubahan. Ibu-ibu Indonesia dari zaman dahulu sudah kreatif, contoh spekoek (kue lapis legit), roti gambang yang mengambil adonan ontbijtkoek dan dimodifikasi menjadi kue agak lonjong. Lama sebelum black forestcake merajalela, mereka sudah meramalkan perkuean di Indonesia.

Havermuti

kolomben

Kolomben

bagelen

Bagelen

Sumber dan Foto : Selera, Desember 1993

Schumpyes Berhias Ceri

Bahan :
3 putih telur
1/8 sdt cream of tartar
200 g gula halus
½ sdt esens vanila
40 g manisan ceri merah, potong kecil-kecil
35 g manisan ceri hijau, potong kecil-kecil

Cara Membuat :

  1. Kocok putih telur dan cream of tartar dengan menggunakan mixer berkecepatan tinggi sampai kaku
  2. Masukkan gula sedikit demi sedikit sambil terus dikocok sampai gula larut dan tercampur rata.
  3. Tambahkan esens vanila, kocok terus sampai kaku dengan puncak-puncak yang mengkilap.
  4. Sediakan kantung plastik khusus berbentuk segitiga. Pasang corong berbentuk bintang pada ujungnya. Sediakan loyang datar dan beri alas kertas roti. Masukkan adonan ke dalam plastik dan semprotkan berupa lingkaran kecil di atas loyang. Beri jarak diantaranya.
  5. Taburi atasnya dengan potongan manisan ceri.
  6. Panaskan oven dan panggang kue dalam oven bersuhu 120oC selama satu jam, atau sampai kue kering dan renyah. Angkat dan biarkan dingin. Masukkan ke dalam stoples dan tutup rapat.

Untuk 150 g

  • Kocokan putih telur akan segera ‘turun’ lagi bila harus menunggu giliran dipanggang. Jika hanya mempunyai satu buah oven, putih telur sebaiknya dikocok dengan cara ditim (di dalam panci berisi air di atas api kecil). Dengan demikian, putih telur menjadi lebih kaku/padat dan tidak cepat cair.

Sumber : Ayahbunda, No. 02. 22 Januari - 4 Februari 2000

Lidah Kucing Keju

Bahan :
250 g mentega
125 g gula pasir halus
200 g putih telur, kocok kaku
100 g keju edam, parut
75 g keju cheddar, parut, untuk taburan

Ayak :
250 g tepung terigu
1 sdt baking powder
½ sdt soda kue

Cara Membuat :

  1. Kocok mentega dan gula sampai rata (kurang lebih selama tiga menit dengan kecepatan nomor 3).
  2. Masukkan putih telur kocok dan campuran terigu bergantian sedikit demi sedikit sambil diaduk rata dengan sendok kayu.
  3. Masukkan parutan keju edam sedikit demi sedikit ke dalam adonan kue sambil diaduk rata.
  4. Sediakan loyang datar atau loyang khusus lidah kucin, olesi margarin. Tuang adonan kue ke dalam kantong semprotan kue. Gunting ujungnya selebar ¾ cm. Semprotkan kue sepanjang 4 cm di atas loyang. Beri jarak di antaranya.
  5. Taburi bagian atasnya dengan keju cheddar parut.
  6. Panaskan oven dan panggang kue dalam oven panas bersuhu 160oCelcius selama 30 menit, atau sampai kue kering dan matang.
  7. Angkat dan biarkan dingin. Simpan kue dalam stoples.

Untuk 600 g

  • Keju Cheddar ialah salah satu jenis keju tua Inggris yang terkenal. Dibuat dari susu sapi, berwarna kuning muda dan agak keras. Dijual dalam bentuk potongan. Dapat dibeli di pasar swalayan.
  • Keju Edam, disebut juga keju tua, adalah keju padat berwarna kuning yang banyak dijual berbentuk seperti bola berkulit merah.

Sumber : Ayahbunda, No. 02. 22 Januari - 4 Februari 2000

Coco Crunch Light Bars

Bahan :
200 gram dark coating chocolate, dipotong-potong
30 gram mentega
100 gram rice crispy
50 gram coco krunch, dicincang halus

Cara Membuat :

  1. Lelehkan cokelat dan mentega
  2. Masukkan rice crispy dan coco crunch, aduk rata
  3. Tuang ke loyang lalu ratakan, masukkan ke dalam refrigerator
  4. Setelah beku, potong-potong

Tip :
Bisa saja terjadi setelah kue terlalu lama berada pada suhu ruang, kue menjadi lembek. Masukkan kembali ke lemari es, pasti kuenya kembali keras.

Catatan dari saya :
Pernah dicoba tahun 2002, anak-anak suka, tapi coklat terlalu cepat lumer, mungkin suhu ruangan terlalu panas.

Sumber : 55 resep Aneka Kue Kering Sedap

Tapai Bakar Bersaus

Bahan :
Saus :

300 ml air
250 g gula aren, sisir
1 lembar daun pandan
2 lembar daun jeruk purut
2 cm jahe segar, memarkan
1/8 sendok teh garam
750 g tapai singkong yang manis, buang seratnya, potong melintang 4 cm, tekan-tekan supaya agak pipih
2 sendok makan margarin
1 sendok makan minyak sayur
100 g daging buah nangka, sobek-sobek menurut seratnya
150 g daging buah kelapa muda, keruk kasar

Cara Membuat :
Saus :

  1. Didihkan semua bahan saus sampai gula aren larut. Angkat, saring dan masak kembali sampai air gula aren mengental. Angkat, sisihkan.
  2. Panaskan margarin dan minyak hingga margarin leleh. Angkat.
  3. Olesi setiap potong tapai dengan minyak margarin sampai rata. Panggang di atas bara api sambil bolik-balik sampai matang dan berwarna kecokelatan. Angkat.
  4. Atur potongan nangka, kelapa muda, dan tapai bakar dalam piring saji. Siram dengan sausnya dan sajikan segera.

Untuk 8 orang

Sumber : Femina edisi lebaran 1994

Kue Keju Bulan Sabit (Kaastengels)

Bahan :
300 g tepung terigu
1 sendok teh tepung maizena
200 g mentega tawar
2 kuning telur
1 putih telur
200 g keju Edam, parut halus
2 kuning telur, kocok untuk olesan
25 g keju cheddar, parut kasar

Cara Membuat :

  1. Ayak terigu dan maizena. Sisihkan
  2. Kocok mentega sampai lembut. Masukkan kuning telur dan putih telur, kocok hingga rata.
  3. Masukkan keju Edam parut dan campuran terigu, aduk rata.
  4. Bentuk tiap 1 sendok teh adonan menjadi bentuk bulan sabit. Taruh di atas loyang datar bersemir margarin.
  5. Olesi permukaan tiap kue dengan kuning telur. Taburi dengan keju cheddar parut.
  6. Panggang dalam oven panas bersuhu 150 derajat Celcius selama 30 menit hingga kue kering kecokelatan. Angkat dan dinginkan.

Untuk 700 gram

Sumber : Femina Edisi Lebaran 1994

Jan Hagel

Bahan :
225 g mentega
200 g gula halus
1 butir telur
2 kuning telur
450 g tepung terigu, ayak
1 kuning telur, kocok
100 g almond irisan
2 sendok makan gula pasir, untuk taburan

Cara Membuat :

  1. Aduk mentega dan gula halus dengan sendok kayu hingga rata.
  2. Masukkan terigu, aduk hingga rata. Giling adonan hingga setebal 0,4 cm. Bentuk adonan segi empat berukuran 15 x 20 cm
  3. Panggang dalam oven panas bersuhu 140 derajat Celcius selama 10 menit hingga 3/4 matang. Keluarkan dari loyang, potong-potong ukuran 3 x 5 cm.
  4. Panggang kembali selama 5 menit hingga matang dan berwarna kuning keemasan. Angkat dan dinginkan.

Untuk 700 gram

Sumber : Femina Edisi Lebaran 1994

Nugget Tahu

Bahan :
250 gram tahu, dilumatkan
3 butir telur
50 gram ayam giling
1 kaldu blok dihancurkan
25 gram keju parut
2 siung bawang putih, cincang halus
1 tangkai daun bawang, iris halus, garam dan merica secukupnya
1 telur untuk paniran
tepung panir secukupnya

Cara Membuat :

  • Campur tahu, telur, ayam giling, kaldu blok, keju, bawang putih, daun bawang, garam, dan merica. Aduk rata.
  • Tuang dalam cetakan brownies yang telah dialasi plastik. Kukus sampai matang. Dinginkan.
  • Potong-potong tahu lalu celupkan telur. Goreng sampai kecoklatan.

Untuk 6 porsi
Sumber 12/II/2001 Sedap Sekejap

Catatan dari saya :

  1. Berhubung saya agak eneg dengan keju, jadi saya tidak menggunakannya. Masih tetap enak.
  2. Karena saya suka lapisan yang tebal, jadi baluran dari telur ke tepung panir bisa dilakukan berulang kali alias suka-suka
  3. Setelah dicoba dengan cara diatas untuk bawang putih, rupanya tidak terasa, jadi kurang bumbu, sepertinya tidak merata rasa bawang putihnya. Akhirnya saya giling aja sampai halus selain itu juga dalam rangka penghematan

Sumber : Femina

Wafel Pandan

Bahan :
300 gram tepung terigu
100 gam gula pasir
6 butir telur
200 ml santan
60 gram margarin, dilelehkan
1 sendok teh esen pandan
1 sendok teh ragi instan
1/2 sendok teh garam

Cara Membuat :

  1. Kocok telur dan gula pasir sampai kaku.
  2. Masukkan tepung terigu yang telah diayak, dan margarin. Aduk rata.
  3. Tambahkan esen pandan, ragi instan dan garam.
  4. Panaskan cetakan, oles dengan margarin. Tuang adonan lalu masak sampai matang.

Untuk 4 porsi

Sumber dan Foto : Sedap Sekejap, 10/III/2002

Kembang Tahu Goreng

BAHAN :
3 butir telur ayam, kocok
4 batang daun bawang, iris melintang tipis
200 g kembang tahu kering, rendam hingga lunak, potong ukuran 14 x 14 cm
minyak untuk menggoreng

ADONAN IKAN :
2 sdm minyak sayur
100 g bawang Bombay, cincang halus
200 g daging ikan tenggiri, cincang halus
1 sdt merica bubuk
1 sdt garam

SAUS, ADUK RATA :
50 g bawang Bombay, cincang agak halus
10 butir cabai rawit merah, iris halus
150 ml air matang
2 sdm kecap manis
1/2 sdt garam
1 sdt gula pasir
1 sdt cuka masak

CARA MEMBUAT :

  • Adonan Ikan : panaskan minyak, tumis bawang Bombay hingga harum dan layu.
  • Masukkan ikan cincang, merica, dan garam. Aduk-aduk hingga matang. Angkat, sisihkan.
  • Aduk telur bersama daun bawang, dan adonan ikan hingga rata.
  • Isi setiap potong kembang tahu dengan 2 sdt adonan telur dan ikan. Lipat bentuk amplop.
  • Panaskan minyak banyak di atas api sedang. Goreng martabak kembang tahu hingga matang dan berwarna kuning kecokelatan. Angkat, tiriskan.
  • Sajikan segera bersama saus.

Untuk 13 orang
Kalori per porsi : 113

Sumber : Bonus Femina No. 21/XXVI i - 31 Mei - 3 Juni 1999