Entries Tagged 'Yogyakarta' ↓

Bestik (Bistik) Jawa

Original Cooking from Java Island (Yogyakarta, hmm …. Central Java too (?)), Indonesia

Bestik istilah hibrida dari perkataan “biefstuk” yang dalam bahasa Belanda berarti lulur dalam, bagian daging sapi yang paling lembut. Bestik biasanya disajikan bersamaan dengan “gebakken aardappelen en groenten” yaitu kentang goreng dan sayur-sayuran. Karena lidah orang Indonesia khususnya Jawa sukar berbahasa Londo (Belanda) jadi diucapkan Bestik (Selera, Maret 1994)

Bahan :
500 g daging filet sapi
3 bawang merah, 30 g
2 siung bawang putih, 10 g
1 sdt garam, 4 g (secukupnya)
1 sdt bubuk merica, 3 g (secukupnya)
1 sdm kecap manis, 10 ml
1 sdt gula merah, 5 g
2 sdm margarin atau mentega, 40 g, untuk menggoreng

Stup buncis :
2 wortel, 250 g
200 g buncis
100 ml air
1/2 sdt garam (secukupnya)
1/2 sdt bubuk merica (secukupnya)
1/2 sdt bubuk pala
1/2 sdm margarin atau mentega, 10 g
3 kentang, 500 g
200 ml minyak goreng, untuk menggoreng

Membuatnya :

  • Bersihkan dan cuci bahan-bahan yang memerlukan perlakuan demikian.
  • Daging filet sapi dipotong-potong setebal 1/2 cm. Haluskan bawang merah, bawang putih, garam, dan bubuk merica. Lumurkan pada potongan daging filet, tambahkan kecap manis dan gula merah. Biarkan hingga bumbu meresap.
  • Buatlah stup buncis : wortel dan buncis dipotong-potong sebesar batang korek api. Didihkan air. Masukkan wortel dan buncis. Bumbui dengan garam, bubuk merica, bubuk pala, dan margarin atau mentega. Masak hingga matang, tetapi tidak terlalu lunak.
  • Kentang dipotong-potong sebesar batang korek api. Goreng hingga matang dan berwarna kecoklatan. Angkat dan tiriskan.
  • Gorenglah daging filet berbumbu hingga matang dan berwarna kecokelatan. Hidangkan dengan stup buncis dan kentang goreng.

Catatan : untuk 4 porsi.

Source : Selera, Maret 1994

Nasi Kucing

Original Cooking from Yogyakarta, Indonesia

Pelengkap :
Nasi Putih
Kering tempe
Teri balado
Sambal terasi

KERING TEMPE
Bahan :
300 gram tempe, dipotong korek api lalu goreng kering
2 cm lengkuas, dimemarkan
2 lembar daun salam
100 ml air
4 sendok makan gula pasir
2 buah cabai merah, diiris miring lalu digoreng
2 sendok makan minyak goreng untuk menumis

Bumbu halus :
2 buah cabai merah
2 siung bawang putih
4 butir bawang merah
1 1/2 sendok teh garam
Cara Membuat :
Tumis bumbu halus sambil diaduk. Setelah harum, masukkan lengkuas dan daun salam. Aduk-aduk sampai bertambah harum. Masukkan air. Didihkan. Tambahkan gula pasir. Aduk sampai berambut. Tambahkan tempe, kecilkan api, dan aduk rata sampai kering.

TERI BALADO
Bahan :
100 gram teri jengki, buang kepala lalu goreng kering
4 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu tumbuk kasar :
1 buah tomat
4 buah cabai merah
3 butir bawang merah
1/2 sendok teh garam
1 cm jahe

Cara Membuat :
Tumis bumbu masak hingga matang. Tambahkan ikan teri, aduk rata sampai teri terbalut bumbu. Angkat.

Penyelesaian :
Ambil selembar daun pisang, isi nasi, kering tempe, teri balado, dan sambal terasi lalu bungkus.

Source : Sedap Sekejap, edisi 6/III/2002

Gudeg Keluih

Original Cooking from Yogyakarta, Indonesia 

Bahan :
375 ml santan kental dan 1 liter santan encer dari 1 butir kelapa parut
250 g daging iga sapi, potong-potong
500 g keluih, potong 4 x 4 cm
2 lembar daun salam
2 cm lengkuas
20 butir telur puyuh rebus, kupas
100 g daun melinjo

Haluskan :
10 butir bawang merah
5 siung bawang putih
6 butir kemiri sangrai
1 sdt ketumbar sangrai
1/2 sdm garam
1 sdm gula merah iris

Cara Membuat :

  1. Masak santan encer, daging iga, keluih, daun salam, lengkuas, dan bumbu halus dalam panci tekan selama 20 menit hingga daging iga empuk dan harum. Angkat, biarkan uap panci tekan hilang, buka tutupnya.
  2. Masukkan telur puyuh rebus dan daun melinjo. Aduk rata.
  3. Tuangkan santan kental, masak hingga semua bahan matang dan kuah mengental. Angkat, sajikan.

Untuk 8 orang

Sumber : Femina, hidangan lebaran 99